Gaya Gesek Statis dan Kinetis
Suatu benda yang bergerak pada suatu permukaan benda lain akan mendapat gaya yang arahnya berlawanan dengan arah benda. Gaya ini terjadi akibat gesekan kedua permukaan benda dan disebut sebagai gaya gesek. Contoh adanya gaya gesek adalah peristiwa pengereman pada mobil atau ketika kita mendorong sebuah buku dilantai dengan gaya tertentu dan buku bergerak maka buku tersebut akan berhenti di satu titik.
Gaya gesek dibagi menjadi dua yaitu
gaya gesek statis dan kinetis. Perbedaannya terletak pada harga koefisien
geseknya. Koefisien gesek statis (µs) pasti lebih besar
daripada harga koefisien kinetisnya karena itu besar gaya gesek statis pasti
lebih besar daripada gaya gesek kinetis (terhadap sistem yang sama). Hal ini
dapat kita buktikan ketika kita mendorong sebuah mobil. Ketika mobil masih diam
lalu kita dorong tepat akan bergerak ( berlaku gaya gesek statis ) akan terasa
lebih berat daripada setelah mobil bergerak
Apabila gaya F lebih kecil atau sama
dengan gaya gesek statis (fs =µs . N) maka benda A tidak bergerak (a = 0). Tapi
bila gaya F sedikit saja lebih besar dari gaya gesek statis (fs) maka benda
akan bergerak dengan percepatan (a) dan menimbulkan gaya gesek kinetis (fk)
yang lebih kecil dari fs tapi tetap sebanding dengan gaya normal (N) dirumuskan
sebagai :
(fk =µk . N).
Koefisien gesek merupakan suatu
konstanta yang besarnya dipengaruhi oleh kondisi permukaan benda-benda yang
bergesekkan. Makin kasar suatu permukaan maka makin besar pula koefisien
geseknya, harga koefisien gesek berkisar antara 0 (licin sempurna) sampai
dengan 1 (paling kasar)








0 Response to "Gaya Gesek Statis dan Kinetis"
Posting Komentar